Minggu, 21 April 2019

Surat untuk Ibu Kartini


Malang, 21 April 2019


Surat untuk ibu Kartini...
Namamu harum, selalu dikenang
Sebagai sang pahlawan
Bagi kami, kaum wanita Indonesia

Wahai Ibu Kartini
Hari ini 21 April tahun 2019
Diperingati sebagai Hari Kartini
Di hari lahirmu Ibu, 21 April 1879

Tahukah kau Bu, bahwa hari peringatanmu diperingati dengan berdandan ala Ibu, memakai sanggul, berkebaya dan jarik, khas wanita Indonesia. Sekarang kami memoles wajah Bu, dengan alis rapih yang melengekung sekian derajat, bulu mata tebal yang hampir menyentuh kelopak mata, serta bibir merah merona. Di sekolah, kami diajarkan tulis menulis menggunakan pensil, diperingatan hari Kartini kami juga diperkenalkan pensil Bu, pensil alis. Ah Ibu Kartini...aku tak tahu mana yang lebih melekat untuk dikenang hari ini, semoga perjuanganmu didunia pendidikan bagi kaum wanita Indonesia agar setara haknya dengan kaum laki laki lebih dikenang dan diteladani dibanding mengenang perjuangan kami sendiri saat ini, yang pagi tadi antri pergi ke salon atau tukang rias dipagi buta sebelum ayam berkokok agar tidak dapat antrian urutan terakhir dan selesai berdandan supaya tidak terlambat pergi ke sekolah atau kantor untuk upacara peringatan.

Ibu, tahukah kau Bu
Bahwa tanggal lahir saya dan Ibu sama, hari ini tepat usia saya 22 tahun.
Saya belajar betapa pentingnya literasi yang Ibu perjuangkan dulu dan juga tentang penerimaan diri. Dulu ibu memperjuangkan agar wanita harus berpendidikan, tidak hanya mengurus suami dan anak, urusan dapur, menjahit, dan urusan urusan wanita lainnya dirumah. Saya baru tahu bahwa urusan itu memang tidak lepas dari wanita, oleh karenanya kita tidak disuruh meninggalkan urusan wanita, namun kita didorong untuk berpendidikan yang tidak hanya menawarkan ilmu tapi juga pengalaman sehingga bisa mengurus urusan wanita dengan baik dan benar, terlebih bisa berkarya.

Ibu Kartini... saya anak rantau, menganyam pendidikan di Kota Malang, Jurusan Kimia, saya diajarkan tentang derajat keasamaan suatu zat. Betapa takjubnya saya bahwa dalam tubuh pH kita dijaga antara pH 7,35 – 7,45. Makanan yang asam seperti lemon, jeruk serta golongan  ternyata dalam tubuh menjadi alkali atau basa yang berguna untuk keseimbangan tubuh saat kelebihan asam. Kelebihan asam terjadi apabila tubuh mengkonsumsi seperti ayam, telur, roti, keju, teh, kopi, burger, coca cola, dan makanan atau minuman tinggi gula buatan, terasa manis dilidah, namun menjadi asam didalam tubuh, tubuh yang kelebihan asam adalah gerbang sumber penyakit. Terbayang betapa tubuh saya mati matian menjaga keseimbangan pH saat saya jarang mengkonsumsi buah atau sayur. Dari pendidikan saya belajar mencintai diri saya, mencintai organ tubuh titipan tuhan yang amat sempurna. Alhamdulillah. Saya sadar bahwa pendidikan merubah pola pikir, ketajaman berpikir, dan kelembutan hati.

Ah betapa indahnya sebuah ilmu....terimakasih ibu atas perjuanganmu bagi wanita indonesia untuk mendapatkan pendidikan masa itu, nantinya dengan pendidikan kami disiapkan untuk menjadi presiden, menteri, dokter, dosen, perawat, bidan, chef, guru dan pekerjaan mulia lainnya atau paling tidak tak megapa kita nantinya tetap dirumah setelah menikah, dengan bekal pendidikan yang kami tempuh, kami dipersiapkan menjadi dokter atau perawat pribadi bagi suami dan anak, menjadi chef handal yang tahu kebutuhan gizi seimbang tubuh, menjadi guru pertama bagi anak sejak dalam kandungan, dan mendidik anak kami menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.

Salamku untukmu Bu, TERIMAKASIH
Dari Mahasiswa tingkat akhir pendidikan SI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar